ZAKAT DI MIZAN AMANAH

ZAKAT DI MIZAN AMANAH

(Tanpa Batas Waktu)


Donasi Sekarang

MIZAN AMANAH adalah Lembaga Amil Zakat Nasional yang didirikan pada 19 Juli 1995. Kami hadir dengan tekad menjadi pengelola amanah umat terdepan di tingkat nasional bahkan internasional.

Mizan Amanah senantiasa berupaya menghadirkan program yang efektif dan berkesinambungan dalam memerdayakan masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik.

Dalam kiprah dan partisipasinya selama 25 tahun lebih, terutama di dalam membantu masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik serta membangun generasi, Mizan Amanah terus berevolusi di dalam organisasinya. Berbagai perbaikan dan pembenahan dilakukan di semua lini.

Dan Alhamdulillah, berbagai penghargaan pun berhasil kami raih. Itu semua tentunya tidak membuat kami lantas lupa dan berpangkutangan. Justru menjadi pemicu semangat dan motivasi kami untuk selalu melakukan hal yang terbaik bagi seluruh stakeholder kami.

Tercatat sampai akhir 2018, sudah 65.000 lebih anak yatim dan kaum dhuafa telah kami santuni. Berkat ridha Allah SWT serta bantuan dan doa dari segenap masyarakat yang peduli, insya Allah kami akan terus melayani ummat dan selalu menjadi fasilitator terbaik antara para agniya dan para dhuafa.


LEGALITAS

Akta Notaris Wiratni Ahmadi, S.H Pendirian Yayasan Mizan Amanah Tanggal 19 Juli 1995 Nomor 144

Akta Notaris Yudha Irwadani, S.H Yayasan Mizan Amanah Tanggal 24 Juli Tahun 2014 Nomor 1

Lembaga Amil Zakat Nasional SK Nomor 764 Tahun 2018 Kementiran Agama Republik Indonesia

Lembaga Kesejahteraan Sosial No. 1040/DYS/11/2016 

Kementian Hukum dan Ham AHU-AH.01.06 - 20


Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. At-Taubah: 103)


ZAKAT PENGHASILAN 

Zakat Penghasilan adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nishab.

Zakat Penghasilan dikenal dengan istilah zakah rawatib al-muwazhaffin (zakat gaji pegawai) atau zakah kasb al-‘amal wa al-mihan al-hurrah (zakat hasil pekerjaan dari berbagai profesi). Zakat Penghasilan didefinisikan sebagai zakat yang dikenakan pada tiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendiri maupun bersama orang atau lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) yang memenuhi nishab.

Zakat Penghasilan merupakan perkembangan dan ijtihad  kontemporer, yaitu disebabkan adanya penghasilan uang. Misalnya profesi dokter, konsultan, advokat, dosen, arsitek, dan sebagainya.

Kadar Zakat

Dari berbagai pendapat dinyatakan bahwa landasan zakat penghasilan dianalogikan kepada zakat hasil pertanian yaitu dibayarkan ketika mendapatkan hasilnya, demikian juga dengan nishobnya yaitu sebesar 520 kg makanan pokok, dan dibayarkan dari pendapatan kotor. Sedangkan tarifnya adalah dianalogikan kepada zakat emas dan perak yaitu sebesar 2,5 %, atas dasar kaidah “Qias Asysyabah”.

Cara Menghitung

Terdapat 2 cara menghitung Zakat Penghasilan, yaitu:

Menghitung dari pendapatan kasar (brutto) Pendapatan total keseluruhan (dalam sebulan) x 2,5 %

Menghitung dari pendapatan Bersih Pengeluaran bulanan* x 2,5%

*Pengeluaran perbulan adalah pengeluaran kebutuhan sandang, pangan, papan dan cicilan hutang pribadi.


ZAKAT EMAS, PERAK, DAN UANG 

Zakat Emas, Perak, dan Uang yaitu nishab zakat emas sebesar 20 dinar emas (85 gram) dengan haul selama satu tahun dan kadar 2,5%.

Hadist yang diriwayatkan dari Ali ra, dia berkata, telah bersabda Rasulullah saw:

“Jika kamu mempunyai 200 dirham dan sudah cukup setahun maka zakatnya adalah 5 dirham, dan emas hanya dikenakan zakat bila sudah mencapai 20 dinar dan sudah cukup setahun, maka zakatnya adalah ½ dinar setiap bertambah maka dengan hitungan tersebut. Tidak wajib zakat kecuali sampai cukup masa setahun”. (H.R Abu Daud)

Kategori Zakat Emas dan Perak

Harta lain yang juga termasuk kategori emas dan perak : 

1. Logam/batu mulia dan Mata uang

2. Simpanan seperti : Tabungan, deposito, cek atau surat berharga lainnya.

Syarat Zakat Emas & Perak

  • Sampai nishob.
  • Berlalu satu tahun.
  • Bebas dari hutang yang menyebabkan kurang dari nishob.
  • Surplus dari kebutuhannya.
  • Jika perhiasan tersebut sebagai simpanan atau investasi, wajib dikeluarkan zakatnya 2.5% dengan syarat nishob dan haul.
  • Perhiasan yang haram digunakan dan terbuat dari emas & perak, wajib dikeluarkan zakatnya.
  • Jika perhiasan tersebut untuk dipakai dan dalam batas yang wajar, tidak dikenakan zakat, jika berlebihan termasuk katagori pertama.
  • Penentuan nishabnya adalah senilai dengan nishab emas 85 gram.

Nishab dan kadar zakat emas, perak dan uang

Nishab emas 20 dinar, 1 dinar = 4,25 gram, maka nishab emas adalah 20 X 4,25 gram = 85 gram.

Nishab Perak adalah 200 dirham, 1 dirham = 2,975 gram, maka nishab perak adalah 200 X 2,975 gram = 595 gram.

Demikian juga macam jenis harta yang merupakan harta simpanan dan dapat dikategorikan dalam emas dan perak, seperti uang tunai, tabungan, cek, saham, surat berharga ataupun bentuk lainnya. Maka nishab dan zakatnya sama dengan ketentuan emas dan perak. Artinya jika seseorang memiliki bermacam-macam bentuk harta dan jumlah akumulasinya lebih besar atau sama dengan nishab (85 gram emas) maka ia telah terkena kewajiban zakat (2.5%).


ZAKAT PERNIAGAAN 

Zakat yang wajib dikeluarkan atas harta perdagangan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan seperti makanan, pakaian, kendaraan, barang industri dsb.

Ulama-ulama fikih menamakan zakat perniagaan dengan istilah “Harta Benda Perdagangan” (Arudz al Tijaroh), yakni: Semua yang diperuntukkan untuk dijual selain uang kontan dalam berbagai jenisnya, meliputi alat-alat, barang-barang, pakaian, makanan, perhiasan, binatang, tumbuhan, tanah, rumah, dan barang-barang tidak bergerak maupun bergerak lainnya.

Landasan Hukum

Menurut Ibnu Arabi dalam Syarh at-Turmizi Jilid 2 hal 104 bahwa ayat “pungutlah zakat dari kekayaan mereka” (QS. 9:103) itu berlaku menyeluruh atas semua kekayaan, bagaimanapun jenis, nama, dan tujuannya. Orang yang ingin mengecualikan salah satu jenis haruslah mampu mengemukakan satu landasan. (Hukum Zakat hal. 301)

Abu Dzar “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, Unta ada sedekahnya, kambing ada sedekahnya, dan pakaian juga ada sedekahnya” (Ibnu Hazm, Al-Muhalla, jilid 5: 234-235). Pakaian (al-Baz) menurut al-Qomus berarti baju, peralatan rumah tangga, dan sebagainya, yang meliputi kemeja, perabot, peralatan dapur. Dan wajib zakat atas nilai harganya apabila diinvestasikan dan diperjualbelikan

Ketentuan

  • Berlalu masanya setahun
  • Mencapai nishob 85 gr emas
  • Bebas dari hutang
  • Kadar zakat yang dikeluarkan adalah 2,5 %
  • Dapat dibayarkan dengan uang atau baran

Cara Perhitungan

(Modal+Keuntungan+Piutang)  – (Hutang+Kerugian) x 2,5%

Contoh:

Bapak Ahmad  seorang pedagang warung kelontong, ia memiliki aset (modal) sebanyak Rp 10.000.000,- setiap bulannya ia mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp 3.000.000,- /bulan. Usaha itu ia mulai pada bulan Januari 2010, setelah berjalan 1 tahun pada bulan tersebut ia mempunyai piutang yang dapat dicairkan sebesar Rp 5.000.000,- dan hutang yang harus ia bayar pada bulan tersebut sebesar Rp 3.00.000,-.

Jawaban:

Zakat dagang dianalogikan kepada zakat emas, nishabnya adalah 85gr emas, mencapai haul dan dengan tarif 2,5%

Aset atau modal yang dimiliki Rp 10.000.000,-

Keuntungan setiap bulan Rp 3.000.000,- x 12 = 36.000.000,-

Piutang sejumlah Rp 5.000.000,-

Hutang sejumlah Rp 3.000.000,-

Penghitungan zakatnya adalah: (Modal + untung + piutang ) – (hutang ) x 2,5%= zakat

(10.000.000 + 36.000.000 + 3.000.000) – (3.000.000,-) x 2,5% = Rp 1.200.000 ,-

Jadi zakatnya adalah Rp 1.750.000


ZAKAT PERTANIAN 

Zakat Pertanian adalah zakat yang obyeknya meliputi semua hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis.

Firman Allah SWT :

“Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-,macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya) Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila berbuah. Dan tunaikanlah haknya (zakatnya) di hari memetiknya”. (Q S, 6 : 141).

As Sunnah: Dari Jabir, Nabi bersabda:

“Yang diairi oleh sungai dan hujan 10% sedangkan yang diairi dengan pengairan 5 %”. Hasil ijma’  ulama.

Nishab dan Tarif

Dari Jabir, dari Rasulullah saw ” Tidak wajib bayar zakat pada kurma yang kurang dari 5 ausuqâ”(HR Muslim).

Dari hadist ini dijelaskan bahwa nishab zakat pertanian adalah 5 ausuq;

Ausuq jamak dari wasaq, 1 wasaq = 60 sha’, sedangkan 1 sha’ = 2,176 kg, maka 5 wasaq adalah 5 x 60 x 2,176 = 652,8 kg.

Kadar zakat yang harus dikeluarkan:

  • jika diairi oleh hujan atau sungai 10 %, dan
  • jika diairi oleh pengairan 5 %
  • Zakat pertanian dikeluarkan saat menerima hasil panen.

Syarat Zakat Pertanian

  • Islam
  • Merdeka
  • Sempurna Milik
  • Cukup nisab
  • Tanaman tersebut adalah makanan asasi yang tahan disimpan lama.
  • Tanaman tersebut adalah hasil usaha manusia dan bukannya tumbuh sendiri seperti tumbuh liar, dihanyutkan air dan sebagainya.
  • Nishab Hasil Bumi yang Tidak Diliter

Nishab 5 ausuq adalah bagi hasil bumi yang dapat diukur dengan takaran tersebut.

Adapun bagi hasil bumi yang tidak dapat diliter, menurut Dr Yusuf Qordhowi, nishabnya sama dengan nilai 653 kg hasil bumi yang berharga (seperti padi atau gandum).


ZAKAT HEWAN TERNAK 

Zakat Hewan Ternak adalah zakat yang harus dikeluarkan atas binatang ternak yang dimiliki seperti unta, kerbau, sapi, kambing, domba.

Zakat Hasil Ternak (salah satu jenis Zakat Maal) meliputi hasil dari peternakan hewan baik besar (sapi,unta) sedang (kambing,domba) dan kecil (unggas, dll). Perhitungan zakat untuk masing-masing tipe hewan ternak, baik nisab maupun kadarnya berbeda-beda dan sifatnya bertingkat. Sedangkan haulnya yakni satu tahun untuk tiap hewan.

Syarat Umum

  • Sampai Nishab.
  • Berlalu satu tahun.
  • Tenaganya tidak dipergunakan untuk produksi.
  • Digembalakan

Zakat Hewan Ternak Kambing

Nisab                 Zakat

40 - 120 ekor                 1 ekor kambing

121 - 200 ekor                 2 ekor kambing

201 - 300 ekor         3 ekor kambing

Setiap bertambah 100 ekor 1 ekor kambing


Zakat Hewan Ternak Sapi

Nisab                  Zakat

30 - 39 ekor         1 ekor anak sapi jantan atau betina berumur 1 tahun

40 - 59 ekor         1 ekor anak sapi betina berumur 1 tahun

60 - 69 ekor         3 ekor anak sapi jantan atau betina berumur 1 tahun

70 - 79 ekor 2 ekor anak sapi betina berumur 2 tahun dan 1 ekor anak sapi jantan umur 1 tahun


Zakat Hewan Ternak Unta

Nisab         Zakat

5 - 9 ekor         1 ekor kambing

10 - 14 ekor         2 ekor kambing

15 - 19 ekor         3 ekor kambing

20 - 24 ekor         4 ekor kambing

25 - 35 ekor         1 ekor anak unta betina berumur 1 tahun lebih

36 - 45 ekor         1 ekor anak unta betina berumur 2 tahun lebih

46 - 60 ekor         1 ekor anak unta betina berumur 3 tahun lebih


ZAKAT HASIL TAMBANG 

Zakat Tambang adalah zakat yang dikeluarkan untuk setiap barang hasil dari penambangan yang digali sekaligus harus memenuhi nisab.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw pernah bersabda: [Pada “rikaz”harta galian, zakatnya seperlima (20%)  [HR Bukhori Muslim].

Zakat Rikaz berbeda dengan zakat Barang Tambang.

Zakat Barang Tambang mencakup semua jenis, baik padat maupun cair.

Zakat Rikaz dan Barang Tambang tidak mensyaratkan nishab dan haul.

Tarif Zakat Rikaz 20% dan Zakat Barang Tambang 2,5 % kecuali ada kemiripan.

Mustahik Zakat Rikaz dan Barang Tambang sama dengan mustahikkin zakat lainnya.



Donatur


Info Terbaru


Tidak Ada Info Terbaru

Mari berbagi informasi yang insha Allah bermanfaat kepada rekan dan saudara kita. Semoga menjadi amal soleh yang membawa keberkahan untuk anda. klik tombol share di bawah ini.

CS

mida Munawaroh

+6289507922733

ina

+628990697691

Makmuri

+6282127338640

Safaryanti Nuraini

+6281223208715

Febriyanti Rahmat Sutisna

+62895610180905

Hanifah Marlia

+6285780342178

CS Rindi

+6285863213213

Alwina Damayanti

+6281907396324