Bantu Kang Uwes Mandiri, Kehilangan Kedua Kakinya Saat Bekerja

Bantu Kang Uwes Mandiri, Kehilangan Kedua Kakinya Saat Bekerja

(Tanpa Batas Waktu)


Donasi Sekarang

”Ini adalah kado terindah dari Yang Maha Kuasa, tepat saya berusia 25 tahun lalu”



Begitu Kang Uwes mengungkapkan isi hatinya yang terdalam. Betapa ia harus rela kehilangan kedua kakinya saat ia tepat berusia 25 tahun. 

Lebih mengelus dada lagi, empat hari sebelum Kang Uwes kehilangan kedua kakinya, ia sudah berencana menikah dengan perempuan yang ia cintai. 


”Sebetulnya calon saya dulu sudah menerima kondisi saya yang kehilangan kedua kaki ini, tapi pihak keluarganya yang tidak menerima. Dan saya meminta calon istri saya untuk menikah dengan orang lain,” tutur Uwes warga Kampung Cibungbulang, RT 1 RW 11, Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.


Kecelakaan yang dialamai Kang Uwes begitu tragis. Saat itu ia sedang bekerja mencari nafkah di daerah Jakarta Timur di sebuah proyek bangunan, namun nahas kedua kakinya terhimpit oleh mobil crane pada tahun 2014. 

Setelah kecelakaan kerja tersebut, Kang Uwes melakukan pengobatan. Namun sayang Kang Uwes tidak memiliki biaya yang cukup sehingga pengobatannya tidak maksimal. Akibatnya dia mengalami lumpuh dan sepasang kakinya harus diamputasi karena terjadi pembusukan. 


Bak sudah jatuh tertimpa tangga. Baru saja menjalankan amputasi di salah satu rumah sakit dan merelakan kedua kakinya, Kang Uwes harus harus rela ditinggal ayahanda tercinta. 

”Saya sampai ke rumah setelah pulang dari rumah sakit sekitar pukul tiga sore, dan jam enam sore bapak saya meninggal,” pria yang memiliki nama lengkap Uwes Korni ini. 

Sekarang Kang Uwes hanya tinggal bersama sepupunya. Karena ibunda tercintanya pun meningga dunia dua tahun lalu (2018). 

Kang Uwes pun harus menghidupi dirinya dan sepupu perempuannya tersebut, sedangkan hari ini secara fisik ia sudah tidak lagi sempurna. Kedua kakinya sudah diambil sama Yang Maha Kuasa. 

Meski dengan keterbatasan dan begitu terpuruk, Kang Uwes tetap semangat menjalani hidup. Ia buktikan dengan bangkit melawan suara sumbang yang baisa terjadi di kalangan difabel.   

”Sekitar enam bulan ini saya mencoba untuk mandiri. Sedang mencoba membuat sabun cuci. Dan saya jual ke tetangga di kampung ini,” sebutnya. 

Dari usaha jualan sabun tersebut Kang Uwes baru bisa menghasilkan Rp 20.000 per hari. Tentunya masih kurang untuk mencukupi kebutuhan keseharian ia dan sepupunya tersebut. Dan tidak punya penghasilan lain karena keterbatasan gerak.

”Saya harus membiaya pendidikan sepupu saya juga, karena sepupu saya sudah tidak punya siapa-siapa lagi,” kata Kang Uwes. 

“Saya sekarang berharap bisa mengembangkan usaha sabun ini. Saya belum punya kendaraan untuk memasarkannya. Saya juga butuh modal. Modal yang kemarin saja saya pinjam dulu ke teman,” tambahnya. 

#OrangBaik seberapa pun bantuan atau donasi kita, tentunya sangat bermanfaat buat Kang Uwes untuk bertahan hidup dan terus mengembangkan kemandiriannya. Yuk kita bantu berdonasi!  

Donatur


Info Terbaru


Tidak Ada Info Terbaru

Mari berbagi informasi yang insha Allah bermanfaat kepada rekan dan saudara kita. Semoga menjadi amal soleh yang membawa keberkahan untuk anda. klik tombol share di bawah ini.

CS

Mizan Amanah

+6282112409497

Tika

+6285161188940

Shifa

+6285161194105